Kandungan Kosmetik Aman Digunakan

Sebagai pengguna kosmetik pasti ada rasa ingin tahu kandungan kosmetik, proses produksinya hingga tips pemakaiannya. Namun, hal yang harus diperhatikan terletak pada kandungan kosmetik tersebut.

Kandungan kosmetik akan berpengaruh pada kesehatan kulit Anda. Keinginan memiliki kulit sehat justru kebalikannya karena kita tidak mengenal kandungan di dalamnya.

Oleh karena itu, pastikan semua kandungan dari kosmetik sudah terdaftar resmi dan aman. Tak hanya itu, pastikan kosmetik tersebut sudah melewati uji laboratorium untuk memastikan tidak ada kandungan yang berbahaya. Berikut beberapa kandungan yang aman digunakan untuk formula kosmetik:

1. Leuconostoc Radish Root Ferment

Pada umumnya bahan ini sebagai bahan pengawet alami. Lantaran kandungan ini memiliki bakteri baik yang difermentasi aman digunakan untuk kulit. Kandungan ini seringkali ditemukan di Ingredients skincare. Uniknya, adanya kandungan ini dapat menjamin produk skincare tersebut bertahan lama.

2. Shea Butter

Dalam rutinitas skincare, tak lupa body lotion juga memiliki peran penting dalam menjaga kelembapan kulit. Pasalnya shea butter berfungsi untuk mempertahankan kelembaban dan agen oklusif untuk mengunci kelembaban kulit. Kandungan ini kaya vitamin dan asam lemak esensial dalam memelihara dan menyehatkan kulit dengan cepat. Melakukan perawatan secara rutin dengan body lotion dapat mencegah iritasi, kulit kering dan masalah kulit lainnya.

3. Hyaluronic Acid

Biasanya kandungan ini seringkali kita temukan di krim malam. Fungsi dari kandungan Hyaluronic Acid untuk mempertahankan kelembaban dan kekenyalan kulit. Apalagi di pertumbuhan usia dapat menurunkan tekstur kulit. Namun dnegan hyaluronic acid dapat menjaga kekencangannya.

4. Minyak Zaitun

Kandungan ini suka kita temui di sabun mandi. Kandungan minyak zaitun popular dalam mengatasi berbagai masalah kulit. Salah satu bahan alami dalam menangani kulit kering dan membuat kulit lembab. Di dalam minyak zaitun mengandung vitamin E, antioksidan dan vitamin K dipercaya dapat mengatasi kondisi kulit seperti eksim dan mudah menyerap kulit tanpa menyebabkan alergi.

5. Alpha Hydroxy Acid (AHA)

Kandungan ini mudah ditemui, salah satunya masker wajah. Alpha Hydroxy Acid (AHA) terbuat dari buah-buahan untuk mengeringkan komedo putih, komedo putih dan memudarkan bekas jerawat.

Ingin menjadi reseller kosmetik dari PT Cressindo Kusuma? Kunjungi ke JADI RESELLER CRESSINDO

 

5 Faktor Sebelum Membeli Produk Kecantikan

Produk kecantikan seperti skincare, body care hingga hair care dengan segala formulanya beredar di pasaran. Produk-produk tersebut hadir di toko kecantikan, klinik kecantikan, salon kecantikan, mall hingga marketplace. Hal ini menunjukkan bahwa industri kecantikan diminati oleh masyarakat Indonesia; khususnya perempuan.

Namun, persaingan bisnis kosmetika begitu ketat. Lantaran, berbagai merek dengan fungsi dan formula yang sama dijual di tempat yang sama. Sehingga ada berbagai pertimbangan pembeli sebelum melakukan transaksi. Oleh karena itu, ini merupakan tantangan bagi produsen kosmetik agar produknya dipercaya oleh pengguna kosmetik di Indonesia.

Ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan konsumen sebelum menentukan pilihannya. Berikut pertimbangan konsumen sebelum membeli produk kecantikan:

  1. Mengenali Jenis Kulit

Setiap orang memiliki tekstur kulit yang berbeda-beda. Hal ini membuat pengguna kosmetik memilih metode perawatan kulit yang tepat. Ada lima macam jenis kulit seseorang terdiri dari kulit kering, kulit berminyak, kulit normal, kulit sensitif dan kulit kombinasi.

Kulit kering cenderung kasar, bersisik, dan terasa gatal. Kulit berminyak memiliki pori-pori terbuka sehingga sering timbul jerawat dan komedo di kulit. Selanjutnya, kulit normal memiliki tekstur lembut dan halus secara merata.

Kulit sensitif biasanya ditandai dengan kemerahan pada kulit, perasaan kulit terbakar, kulit kering dan kadang gatal pada kulit. Terakhir, kulit kombinasi umumnya berminyak pada dagu, dahi dan hidung.

  1. Manfaat Produk

Selain mengenali jenis kulit, manfaat produk pun dijadikan bahan pertimbangan. Pengguna produk kecantikan akan menyesuaikan manfaat produk dengan sesuatu yang dibutuhkan. Namun ketika di hadapkan banyak brand kosmetik dengan manfaat yang sama; rata-rata pengguna kosmetik akan memilih produk yang pernah dibeli sebelumnya.

  1. Kandungan Produk

Tak hanya itu, kandungan di dalam produk pun akan menjadi bahan pertimbangkan. Karena setiap manusia memiliki jenis kulit berbeda sehingga kandungan produk pun harus diperhatikan juga. Sebab, jika kulit kita menggunakan produk kecantikan yang di dalamnya ada kandungan yang berbahaya akan merusak kulit kita. Ataupun kandungan produk memicu alergi kita bagi yang memilikinya.

  1. Rekomendasi Orang Terdekat

Selain dari ketiga faktor tersebut, orang terdekat seseorang mempengaruhi tindakan pembelian, lho. Sebab, mereka sudah saling mengenal satu sama lain sehingga belum tentu orang tersebut akan menyesatkan orang terdekatnya. Sehingga ia akan memberikan informasi produk yang pernah digunakannya kepada orang terdekat tersebut.

  1. Membeli di Official Store

Setelah ke empat faktor dilalui, yang terakhir itu membeli di official store atau produsen produk kecantikan tersebut. Pada biasanya, seseorang memiliki khawatir yang tinggi terhadap produk yang dijual di pasaran. Hal ini karena maraknya produk produk palsu sehingga lebih baik dan aman membelinya di official store atau produsen produk kecantikan tersebut.

Kandungan Kosmetik Tidak Boleh Untuk Bumil

Menjadi cantik, memukau dan berbeda dari yang lainnya tetap menjadi keharusan bagi perempuan Indonesia. Salah satu untuk mewujudkannya dengan melakukan perawatan dengan produk kecantikan.

Namun, perlu diperhatikan khusus bagi kamu yang sedang hamil dalam memilih produk kecantikan. Karena ada beberapa kandungan kosmetik membahayakan janin dalam kandungan. Berikut kandungan kosmetik yang harus dihindari bagi ibu hamil:

  1. Benzoyl Peroxide

Benzoil peroksida merupakan bahan efektif untuk produk skincare dalam mengatasi masalah jerawat. Akan tetapi bahan ini dapat membahayakan janin. Karena kandungan ini termasuk dalam kategori C dan dapat berisiko pada janin. Maka perlu diperhatikan kandungan di dalam skincare Anda sebelum menggunakannya dan hindari produk kosmetik yang mengandung kandungan ini.

  1. Merkuri

Zat merkuri ini wajib dihindari oleh Ibu Hamil. Meskipun memiliki kekuatan untuk mencerahkan kulit, akan tetapi bila kandungan merkurinya melebihi batas justru akan merusak kesehatan kulit.

Selain itu, ketika kamu mengandung dan gunakan skincare yang memiliki kandungan merkuri, tak menutup kemungkinan janin di dalam kandungan dapat terlahir cacat, keterlambatan perkembangan hingga mengalami gangguan otak dan sistem sarafnya.

  1. Hydrokuinon

Hydrokuinon atau hydroquinone berfungsi untuk memutihkan kulit wajah dan membantu mengobati bintik hitam dan melasma. Kandungan ini biasanya berada pada cream wajah siang dan malam. Namun perlu diketahui, penggunaan hydrokuinon dapat merusak enzim triose yang aktif memproduksi melanin.

Penelitian telah menunjukan sebanyak 45 persen bahan ini meresap ke dalam kulit dan berisiko terjadinya kontaminasi pada aliran darah. Bila penggunaan kandungan ini secara berlebih, akan berakibat buruk bagi perkembangan janin.

  1. Paraben

Selanjutnya ada kandungan Paraben. Kandungan ini biasanya dijadikan bahan pengawet untuk produk pembersih, seperti pelembap, tabir surya, maskara, sabun hingga deodoran.

Bila kandungan ini menyerap ke dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan perkembangan janin ketika dilahirkan. Oleh karena itu, ketika sedang mengandung, lebih baik hindari penggunaan produk kecantikan yang di dalam kandungan terdapat Paraben.

  1. Aluminium Chloride Hexahydrate

Kandungan ini biasanya ditemukan pada deodorant; baik spray maupun roll-on. Bahan Aluminium Chloride Hexahydrate mengatakan menimbun aluminium dalam tubuh. Adanya penimbunan akan menyebabkan anemia, lesu hingga masalah tulang. Bahkan bila penggunaan tersebut secara berlebihan akan membahayakan janin dalam kandungan.

  1. Beta Hidroxy Acid (BHA)

Zat kimia yang seringkali kita jumpai ini sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Karena kandungan ini dapat terjadi komplikasi sehingga janin di dalam kandungan dapat terlahir cacat.

Kandungan ini merupakan asam larut lemak yang terdapat dari kulit pohon willow maupun kayu manis. Satu-satunya sumber BHA-nya itu Asam salisilat yang seringkali dipasarkan sebagai obat jerawat.

Kandungan Kosmetik Berbahaya Merusak Kulit

Industri kosmetik terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan, sebagian dari kaum hawa memiliki kewajiban untuk mempunyai kulit putih, cerah dan bersih. Guna mendukung kewajiban tersebut, produk kosmetik menjadi jalan untuk mewujudkannya.

Sayangnya, keinginan memiliki kulit sehat justru dapat berbahaya bagi kulit. Karena hal ini, ada beberapa produk kosmetik yang memiliki kandungan berbahaya untuk memberikan hasil instan. Cara cepat justru berbahaya bagi kulit kita. Berikut bahan kosmetik berbahaya dan dapat merusak kulit:

  1. Merkuri

Kandungan ini seringkali digrebek oleh petugas pada kosmetik yang ilegal di pasaran. Merkuri (Hg) berasal dari logam berat yang secara alami berada di alam. Zat ini dapat beracun bila penggunaannya tidak dikontrol. Zat ini pernah diciduk dalam kemasan kosmetik ilegal. Dalam kosmetik, merkuri dibagi menjadi dua yakni anorganik dan organik.

Biasanya pada anorganik biasa digunakan dalam bentuk sabun dan krim pemutih kulit. Sedangkan, merkuri organik digunakan dalam bentuk pembersih riasan dan maskara. Sebelum ada peringatan dari BPOM RI, sebagian orang menitikberatkan jika merkuri dapat membuat kulit wajah cerah. Kini perlahan-lahan mereka menyadari, merkuri berbahaya bagi kulit kita.

Oleh karena itu, mulai dari sekarang, hindari membeli produk kecantikan tanpa reputasi legalitas BPOM RI. Karena kosmetik yang sudah memiliki izin edar BPOM RI, dapat dipastikan keamanan dalam menggunakannya.

  1. Steroid

Penggunaan kosmetik menjadi salah satu cara praktis untuk mewujudkan kulit sehat. Sebagian besar wanita yang memiliki kulit wajah putih, lembut, mulus dan glowing menjadi tolak ukur kecantikan di mata publik. Tolak ukur ini berdasarkan kriteria cantik dan menarik bagi sebagian masyarakat.

Maka tidak heran bila berbagai jenis produk kecantikan pemutih beredar di pasaran. Mulai dari harga murah hingga jutaan rupiah yang beredar di offline maupun online. Namun perlu diwaspadai, ada zat berbahaya yang mungkin berada di kandungan kosmetik yang hendak dibeli. Salah satunya penambahan Steroid pada krim wajah.

Steroid atau kortikosteroid ini berbentuk oral maupun topical guna mengatasi peradangan pada tubuh. Akan tetapi, steroid biasa digunakan sebagai anti peradangan dalam bentuk krim wajah. Jika kandungan steroid tak dikontrol akan membahayakan kulit cantik pemakainya. Karena efek samping steroid ini sangat banyak. Awal pemakaian, kulit wajah terlihat glowing, namun jangka panjang menjadi meradang. Selain itu, jika pemakaian krim secara mendadak akan timbul jerawat dan kulit menjadi memerah.

  1. Hidrokuinon

Terakhir ada kandungan Hidrokuinon. Kandungan ini dipercaya dapat mengatasi bercak gelap pada kulit akibat penumpukan melanin. Kandungan ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan melanin, cerah dan tampak senada dengan area kulit. Adapun cara kerja lainnya seperti merusak sel melanosit langsung, mempercepat degradasi melanosom, dan menghambat sintesis enzim melanogenesis. Kandungan ini harus diawasi oleh dokter atau digunakan sesuai dengan resep dokter. Jika tidak, harapan Anda untuk memiliki kulit cantik justru menjadi rusak.